disnaker.kotatasik@gmail.com Telepon/Fax : (0265) 313997
Pemkot Tasikmalaya Fasilitasi Kebutuhan Tenaga Kerja Profesional untuk Perusahaan di Jepang
11/07/2018
0
Wakil Wali Kota Muhamad Yusuf menerima cenderamata dari Presiden Direktur Sakura Garden Hotel, Osaka Jepang Mr. Ayama Kiyotaka dan General Manager Nakanishikosan ISA Travel Tokyo, Mr. Sukeitsu Yasuhiro, seusai kunjungan di Balai Kota Tasikmalaya, Selasa (10/7)

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA – Dua perusahaan Jepang, Sakura Garden Hotel Osaka, dan Nakanishikosan ISA Travel Tokyo, didampingi konsultan pendidikan Indoneia – Jepang, Sentra Global Edukasi (SGE), Selasa (10/7) mengunjungi Kota Tasikmalaya.

Dalam kunjungan ini, Presiden Direktur Sakura Garden Hotel, Osaka Jepang Mr. Ayama Kiyotaka dan General Manager Nakanishikosan ISA Travel Tokyo, Mr. Sukeitsu Yasuhiro, serta Sales Manager Mr. Asou Yasumitsu.

Rombongan dari Jepang, diterima Wakil Wali Kota Muhamad Yusuf di Balai Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota menyambut baik kunjungan perwakilan dua perusahaan Jepang ini.

“Kedatangan perwakilan perusahaan Jepang ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan wali kota Tasik ke Jepang pada kunjungan Wali Kota Kota Tasikmalaya pada tanggal 8-13 Mei 2018 di Tokyo, Jepang,” ujar Yusuf dalam rilis yang diterima Tribun, Selasa (10/7).

Yusuf mengatakan, selain kerjasama di bidang penyediaan tenaga kerja, perwakilan perusahaan Jepang ini juga menawarkan kerja sama di bidang lainnya, seperti pariwisata dan industri kreatif.

“Mereka menawarkan kerja sama yang lain di bidang pariwisata, tapi karena Tasik tidak punya wisata alam, maka Tasik dapat menjadi hub pariwisata bagi kota-kota lainnya di wilayah Priangan timur,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Hj. Nunung Kartini. “Pada kunjungan hari ini, dua perusahaan Jepang tersebut ingin menggali secara langsung potensi kota Tasikmalaya dan membahas secara intens ketentuan-ketentuan kerjasama yang dapat dilakukan dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya,” ujar Nunung.

Nunung mengatakan, fokus kerja sama utamanya dalam bidang pelatihan dan penyerapan tenaga kerja profesional ke Jepang khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata.

Selain itu menurut Nunung, tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan penyerapan sumber daya manusia kota Tasikmalaya sebagai tenaga kerja profesional, terdidik dan terlatih, agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Jepang sesuai bidang dan kualifikasinya.

“Calon tenaga kerja yang nantinya akan dikirim ke Jepang perlu mengikuti proses pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Jepang, sebelum mereka ditempatkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh calon tenaga kerja asal Tasikmalaya yang akan dikirim ke Jepang. Seleksi tahap pertama dijelaskan Nunung akan dilakukan oleh pihak Disnaker dan pihak SGE, sesuai kualifikasi dasar yang diminta, yaitu minimal lulusan D3 atau S1 sesuai bidang yang diperlukan, memiliki kemampuan bahasa inggris (TOEFL 500) sehat jasmani dan rohani. Jika pelamar sudah pernah belajar bahasa Jepang akan menjadi nilai lebih.

Jika lulus seleksi tahap pertama, calon tenaga kerja dapat mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Disnaker Kota Tasikmalaya selama 6 bulan dengan target level N3.

“Selama proses pelatihan tersebut, tingkat perkembangan bahasa Jepang para calon tenaga kerja akan di nilai dan di evaluasi setiap bulan oleh tim divisi bahasa Jepang SGE dan juga akan dipantau secara langsung oleh pihak perusahaan Jepang,” ungkapnya.

Berdasarkan penilaian dan evaluasi tersebut, evaluasi tahap kedua akan dilakukan oleh SGE dan perusahaan Jepang untuk memilih calon tenaga kerja dengan hasil pelatihan yang baik dari sisi bahasa Jepang dan sikap/perilaku. Mereka yang terpilih, berhak mengikuti seleksi akhir yaitu tahapan wawancara dengan perusahaan Jepang.

Dijelaskan Nunung, setiap perusahaan di Jepang memiliki kebutuhan bidang dan kualifikasi yang berbeda. Sehingga tidak menutup kemungkinan, jika ada tahapan lain yang diperlukan, misalnya khusus untuk bidang keperawatan dan careworker diharuskan mengikuti pendidikan di Profesional Training College (PTC) Jepang selama 2-3 tahun.

Namun, Nunung menekankan bahwa hasil dari setiap proses seleksi dan pelatihan pada prinsipnya akan sangat tergantung dari kesiapan, komitmen dan konsistensi calon tenaga kerja itu sendiri.

Melalui upaya ini, menurut Nunung, pemerintah kota Tasikmalaya telah membuka jalan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat Kota Tasikmalaya untuk dapat mengembangkan diri.

Direktur PT SGE, Rudi Subiyanto menjelaskan PT SGE sebagai konsultan pendamping pendidikan Jepang, menjelaskan pihaknya akan berusaha agar kerjasama antara pemkot Tasikmalaya dan dua perusahaan Jepang ini dapat terwujud. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Pemkot Tasikmalaya Fasilitasi Kebutuhan Tenaga Kerja Profesional untuk Perusahaan di Jepang, http://jabar.tribunnews.com/2018/07/10/pemkot-tasikmalaya-fasilitasi-kebutuhan-tenaga-kerja-profesional-untuk-perusahaan-di-jepang.

Editor: Machmud Mubarok

Leave a Reply